Selasa, 10 Januari 2012

SHELL SCRIPT


BAB I
Contoh soal
-        membuat file dengan nama latih.txt
      $ vi latih.txt
      arif futsal 19thn jakarta
      budi basket 18thn bandung
      :wq!

1.  memunculkan kolom 1 dan 2
            $ cut -c1-12  latih.txt



2.  memunculkan kolom 1 dan 3



3.  memunculkan kolom1 dan 4


4. memunculkan 1 baris terkahir



5. memunculkan 1 baris terkahir, karakter 1-12,19-28


BAB II
Shell Script
l  Pendahuluan

      Shell script adalah suatu file yang berisi perintah perintah yang harus dikerjakan oleh shell. Perintah
 dalam suatu script bisa berupa perintah yang dapat diberikan dari prompt atau perintah kendali alir
 (Flow Control Command). perintah kendali alir adalah perintah untuk mengatur urutan eksekusi perintah perintah dalam suatu script. Perintah kendali alir terbagi dalam dua kelompok, yaitu
 percabangan dan pengulangan.


l    Membuat Shell Script

      File script dapat dibuat dengan menggunakan teks editor seperti misalnya vi, pico, joe, gedit, kedit dll.
 Setiap file script biasanya diawali dengan baris seperti ini : #!/bin/bash yang artinya script dibawah
 baris tersebut akan dijalankan dengan interpreter /bin/bash. Untuk menandai baris komentear gunakan
 tanda “#” pada awal baris.
 contoh :
l    Menjalankan Shell Script
Script dijalankan seperti executable file dengan cara mengetikkan nama file pada prompt. Ada
 dua hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan script, yaitu :
1. Direktori tempat script berada harus termasuk dalam search     PATH
. Gunakan perintah echo $PATH untuk melihat search PATH     yang berlaku saat ini

2. File script harus memiliki ijin akses (permission) r dan x.    Ubah dengan perintah chmod jika perlu!

contoh :
$ echo $PATH
/usr/local/bin:/bin:/usr/bin
$ cd
$ pwd
/home/badu
$ cat myscript
who
ls -l myscript
$ ls –l myscript
-rw-r--r--
1 badu
imt
16 Feb 23 11:29 myscript
$ myscript
bash : myscript : command not found
$ PATH=$PATH:$HOME
$ echo $PATH
/usr/local/bin:/bin:/usr/bin:/home/badu
$ myscript
bash : /home/badu/myscript : Permission
denied
$ chmod +x myscript
$ ls -l myscript
-rwxr-xr-x
1 badu
$ myscript
badu
ttyp0
-rwxr-xr-x
1 badu
imt
16 Feb 23 11:29 myscript
Mar 01 12:47
imt
16 Feb 23 11:29 myscript


l  Penggunaan Variabel
      Variabel merupakan nama yang mewakili suatu harga string. Nama variabel harus diawali
 dengan alfabet (a..z, A..Z) atau garis bawah/underscore (_) dan tidak boleh diawali dengan
 angka.
 Contoh :

1.   Penamaan variabel yang benar
      Nama
      hari
      _jumlah

2. Penamaan variabel yang salah
      5hari
      2jum

Menyimpan Harga Variabel
Bentuk umum: Nama_Var=Harga
Keterangan:
Tidak boleh ada spasi di kiri dan kanan "=".



Contoh :
    $ jumlah=1
    $ temp=/usr/unyil/temp

Menampilkan Harga Variabel

    Perintah echo digunakan untuk menampilkan nilai yang disimpan dalam suatu variabel.
 Bentuk umum : echo $Nama_Var

Keterangan:

    $ merupakan karakter khusus bagi shell yang menyatakan                    substitusi variabel.

    $ Nama_Var berarti substitusi harga yang disimpan dalam variabel          bernama Nama_Var pada
 posisi tersebut.
 Contoh :

    $ echo $jumlah
    1
    $ echo $temp
    /usr/unyil/temp

Menghapus Variabel
Caranya : isi dengan NULL
Contoh :
    $ nama=
    atau
    $ nama='' atau
    $ nama="" atau
    $ unset nama

l  Parameter khusus
     
Variabel yang mempunyai arti khusus bagi shell dan sudah ditentukan oleh shell.
 Yang termasuk dalam parameter khusus diantaranya : $#, $*, $@


1.       $#

Digunakan untuk menyimpan jumlah parameter yang diketikkan pada baris perintah.
 Contoh :

      $ cat > arg
      echo Nama program = $0
      echo Jumlah argumen = $#
      echo Argumen1=:$1: Argumen2=:$2: Argumen3=:$3:
      [Ctrl]+[D]
      $ arg a b c
      Nama program = arg
      Jumlah argumen = 3
      Argumen1=:a: Argumen2=:b: Argumen3=:c:
      $ arg
      Nama program = arg
      Jumlah argumen = 0
      Argumen1=:: Argumen2=:: Argumen3=::
      $ arg "a b c"
      Nama progarm = arg
      Jumlah argumen = 1
      Argumen1=:a b c: Argumen2=:: Argumen3=::

2. $*
Digunakan untuk menyimpan nilai semua parameter yang diketikkan pada baris perintah.

Contoh :
$ cat > arg2
echo Jumlah argumen = $#
echo yaitu :$*:
[Ctrl]+[D]
$ arg2 a b c
Jumlah argumen = 3
yaitu :a b c:
$ arg2
Jumlah argumen = 0
yaitu ::

3. $@
Fungsinya sama dengan $* kecuali bila dalam kutip ganda ("$@") akan menempatkan setiap
 argumen posisi dalam kutip ganda.

Contoh:
$ cat > arg3
echo Jumlah argumen = $#
for arg in "$*"
do
echo $arg
done
[Ctrl]+[D]
$ arg3 a b c
Jumlah argumen = 3
a b c
$ arg3 "a b" c
Jumlah argumen = 2
a
b
c

2. Mengganti "$*" dengan "$@"

Contoh :
$ cat > arg4
echo Jumlah argumen = $#
for arg in "$@"
do
echo $arg
done
[Ctrl]+[D]
$ arg4 a b c
Jumlah argumen = 3
a
b
c
$ arg4 "a b" c
Jumlah argumen = 2
a b
c

Tidak ada komentar:

Posting Komentar