SEJARAH
LINUX
1.
Asal Mula Linux
Linux merupakan
lanjutan sistem operasi dari UNIX. Sejarah kemunculan UNIX dimulai pada tahun
1965 ketika para ahli dari Bell Labs, sebuah laboratorium milik AT&T,
bekerja sama dengan MIT dan General Electric membuat sistem operasi bernama
Multics.
Pada awalnya sistem operasi Multics didesain
dengan harapan akan menciptakan beberapa keunggulan, seperti multiuser,
multiprosesor, dan multilevel filesystem. Namun pada tahun 1969, AT&T
akhirnya menghentikan proyek pembuatan Multics karena sistem operasi Multics
ini sudah tidak memenuhi tujuan semula. Dengan kata lain, proyek ini mengalami
hambatan karena dalam kenyataannya Multics banyak terdapat bugs dan sulit
sekali dioperasikan.
Beberapa programmer Bell Labs yang terlibat
dalam pembuatan dan pengembangan Multics, yaitu Ken Thompson, Dennis Ritchie,
Rudd Canaday, dan Doug Mcllroy, secara tidak resmi tetap meneruskan proyek
pengembangan Multics. Dan akhirnya sampailah pada sebuah sistem operasi
generasi penerus dari Multics bulan Januari 1970 yang diberi nama UNIX.
Untuk linux sendiri dikembangkan oleh Linus
Torvald lahir di Helsinki, Finlandia pada tanggal 28 Desember
1969. Pada umur 10 tahun ia sudah mengenal bahasa pemrograman. pada tahun 1990,
Linus memulai kelas pemrograman C pertamanya. Pada tahun 1991, Linus tidak puas
terhadap sistem operasi yang ada pada PC pertamanya (MS-DOS atau Disk Operation
System), OS buatan Microsoft. Linus lebih cenderung untuk menggunakan system operasi
UNIX seperti yang dipakai komputer milik universitasnya. Akhirnya ia mengganti
sistem operasi openSource Minix yang berbasiskan UNIX.
Namun Linus merasa bahwa Minix masih
memiliki banyak kelemahan. Dan mulai saat itu, di usianya yang ke-23, Linus
mulai mengutak-atik kernel Minix. Dan ia mulai mengembangkan sistem yang
kompatibel dengan IBM PC. Pada bulan Agustus 1991, lahirlah Linux 0.01 hasil
oprekan Linus, dan pada tanggal 5 Oktober 1991, secara resmi Linus mengumumkan
Linux 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH dan gcc compiler.
2. Asal Mula Logo
Ada cerita menarik mengapa logo linux
berbentuk penguin. Saat itu Torvalds sedang berjalan-jalan bersama Andrew TridgellVisualisasi
logonya dikompetisikan kepada umum lewat diskusi pada mailing list Linux
Kernel. Pencetusnya adalah Alan Cox, dan maskot logo yang terpilih diberi nama
Tux, dibuat oleh Larry Ewing dan dipergunakan hingga sekarang.
Tiba tiba Torvalds dipatok pinguin, dan
semenjak itu ia mengalami demam selama berhari hari. Dia pikir, karakter ini
cocok untuk mewakili Linux. Ia ingin pemakainya menjadi demam alias
tergila-gila untuk menggunakan dan mengotak-atik Linux. Dan ternyata, apa yang
dibayangkannya menjadi kenyataan. Hampir setiap pemakai saat pertama kali berkenalan
dengan Linux menjadi susah tidur, dan menghabiskan waktunya berjam-jam didepan
komputer untuk bermain main dengan Linux.
3. Sejarah Pendistribusian Linux
Pertama Kali
Distro Linux (singkatan dari distribusi Linux) adalah sebutan untuk
sistem
operasi komputer dan aplikasinya, merupakan keluarga Unix yang menggunakan
kernel Linux.
Distribusi Linux bisa berupa perangkat lunak bebas dan bisa juga berupa perangkat
lunak komersial
seperti Red Hat Enterprise, SuSE, dan
lain-lain.
Ada banyak distribusi atau distro Linux
yang telah muncul. Beberapa bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan
distro turunan, contohnya Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro
anak, antara lain Ubuntu,
Knoppix, Xandros, DSL, dan sebagainya.
CD Linux (maksudnya CD Distro Linux atau CD
Sistem Operasi dan aplikasi Linux) adalah istilah yang sering digunakan untuk
menyebut CD distribusi Linux secara umum.
Dalam komputer, tar (berasal dari tape
archive) adalah format file baik (dalam bentuk suatu jenis arsip bitstream) dan
nama program yang digunakan untuk menangani file tersebut. Format ini
diciptakan pada masa-masa awal Unix dan distandarisasi oleh POSIX.1-1988 dan
kemudian POSIX.1-2001.
Awalnya dikembangkan untuk ditulis
berurutan langsung ke I / O tape cadangan perangkat untuk keperluan, sekarang
sering digunakan untuk mengumpulkan banyak file menjadi satu file lebih besar
untuk distribusi atau pengarsipan, sambil menjaga informasi sistem berkas
seperti user dan grup hak akses, tanggal, dan struktur direktori.
4. Perkembangan Distribusi Linux
Berdasarkan data Google Insights, diketahui
bahwa Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang memiliki distro
Linux terbesar di dunia. Blog Pingdom Royal melansir, terdapat delapan distro
Linux yang masuk ke dalam survei, meliputi Ubuntu, OpenSUSE, Fedora, Debian,
Red Hat, Mandriva, Slackware, dan Gentoo.
Di level global, ditemukan minat Linux
terbesar berasal dari India, Kuba, Rusia, disusul Republik Ceko, Indonesia, dan
Bangladesh yang berada di satu regional dengan Indonesia.
Sedangkan negara Barat pertama yang
memiliki minat Linux terbesar berasal dari Jerman, yang secara global bertengger
di peringkat ke-sepuluh. Di Amerika Serikat, minat terbesar muncul secara
signifikan dari Utah dan California. Namun, dilaporkan California memiliki
proporsi lebih sedikit dibandingkan Utah.
Hasil survei tersebut, dengan delapan
distro meliputi Ubuntu, OpenSUSE, Fedora, Debian, Red Hat, Mandriva, Slackware,
dan Gentoo, ditemukan data sebagai berikut:
- Ubuntu
merupakan distro paling populer di Itali dan Kuba.
- OpenSUSE merupakan distro paling populer di Rusia dan Republik Ceko.
- Red Hat merupakan distro terbesar di Bangladesh dan Nepal.
- Debian merupakan distro terbesar di Kuba.
- Rusia dan Republik Ceko merupakan dua dari lima negara yang mendistribusi Linux terbesar dengan lima
distro.
- Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang mendistribusi Linux terbesar dengan empat distro.
- Kuba merupakan salah satu dari
lima negara yang mendistribusi Linux terbesar dengan tiga distro.
- Amerika Serikat tidak termasuk dalam lima negara yang mendistribusi
Linux terbesar.
Berikut macam-macam distro linux dan
penyebarannya secara global :
- Ubuntu : Italia, Kuba,
Indonesia, Norwegia, Republik Ceko.
- OpenSUSE : Rusia, Republik Ceko,
Moldove, Jerman, Indonesia.
- Fedora : Sri Lanka, Bangladesh,
India, Nepal, Zimbabwe.
- Debian : Kuba, Republik Ceko,
Jerman, Belarus, Rusia.
- Red Hat : Bangladesh, Nepal, Sri
Lanka, India, Kuba.
- Mandriva : Rusia, Republik Ceko,
Polandia, Perancis, Indonesia.
- Slackware : Bulgaria, Indonesia,
Brazil, Rusia, Polandia.
- Gentoo : Rusia, Republik Ceko,
Belarus, Moldova, Estonia.
Dari data di atas, dapat disimpulkan
popularitas Linux di negara bagian Timur lebih besar dibandingkan negara bagian
Barat, dengan pengecualian di negara tertentu, Kuba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar